Perwaralabaan dan Perlisensian UTS

No comment 38 views
Kisi – kisi UTS Perwaralabaan dan Perlisensian
1. Komparasi antara waralaba dan metode pertumbuhan dan distribusi yang lain.
Perbedaan Waralaba dan Lisensi
-Waralaba pada hakikatnya adalah modal intelektual terutama
merek dan sistem bisnis (merupakan satu kesatuan).
-Lisensi adalah izin yang diberikan pemilik merek terdaftar kepada
pihak lain melalui suatu perjanjian berdasarkan pada pemberian
hak untuk menggunakan merek tersebut baik untuk seluruh atau
sebagian jenis barang/jasa yang didaftarkan dalam jangka waktu
dan syarat tertentu.
-Untuk membuat perbandingan mengenai persamaan sekaligus
perbedaan waralaba dan lisensi, maka waralaba adalah modal
intelektual (terutama merek dan sistem bisnis) sedangkan lisensi
hanya merek saja. Atau dengan kata lain, waralaba adalah lisensi,
tetapi lisensi belum tentu waralaba.
-Perbedaan lain di lapangan adalah pewaralaba dan terwaralaba
yang telah memiliki STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba)
wajib menggunakan logo waralaba sedangkan lisensi tidak ada
kewajiban hukum untuk menggunakan logo tersendiri.
2. Potensi dan prospektif yang dijadikan kasus, gambaran analisis kalian sendiri
Bisnis potong rambut hanya 10 menit, gaya dan hanya Rp. 20.000 saja
Mengapa bekerja sama dan memiliki Lisensi KAIZEN 10 Minute Hair Cut menguntungkan bagi Anda?:
1.     Pengembalian investasi (payback period) yang cepat, rata-rata hanya dalam jangka waktu 2 (dua) tahun.
2.     Harga lisensi yang murah, hanya dengan Rp 1.000.000 per bulan, dengan minimum kontrak 4 (empat) tahun.
3.     Belum ada kompetitor sejenis karena KAIZEN memiliki konsep yang unik. Unik karena KAIZEN mempunyai ciri khas: CEPAT, PROFESIONAL & RAPI, STERIL, BERSIH, HIGIENIS, dan EKONOMIS
4.     Bisnis yang sangat potensial karena menyediakan pelayanan yang menjadi kebutuhan mendasar setiap orang.
5.     Management fee yang tetap setiap bulannya, tidak bergantung pada persentase besarnya income yang akan didapatkan oleh pengguna lisensi, jadi sebesar apapun income yang didapatkan, pengguna lisensi hanya mempunyai kewajiban pengembalian management fee sebesar Rp 1.000.000 per kursi setiap bulannya.
KAIZEN adalah sebuah brand bisnis pangkas rambut yang sudah beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta.  Pada awalnya, KAIZEN mencontoh ide dari Jepang, dengan ciri khusus pelayanan untuk pelanggan secara cepat (express) dan terfokus pada keinginan utama para pelanggan untuk pangkas rambut, tanpa tambahan layanan lain seperti cuci rambut, blow dan sebagainya. Dengan mendasarkan brand ini pada gagasan tersebut, kami mulai mencoba pengoperasian tempat pangkas rambut ini dengan konsep kerja ala Jepang.
Konsep layanan yang disediakan oleh KAIZEN sebenarnya sangat sederhana hanya dengan satu service, yaitu pangkas/potong rambut express dalam waktu sepuluh menit saja. Selain faktor kecepatan (Express), dalam layanannya KAIZEN  juga mengutamakan aspek-aspek  Hygienic, Beauty and Value.
KAIZEN melayani semua pelanggan, baik laki-laki, perempuan ataupun anak-anak. Sepintas mungkin KAIZEN terlihat sama dengan salon atau barbershop lainnya, tetapi yang membuat KAIZEN unik adalah kombinasi dari kecepatan, kebersihan, dan harga yang ekonomis, semua dalam satu paket.
Konsep pangkas rambut dengan teknik kerja ala Jepang seperti ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan teknik konvensional, bahkan jika dibandingkan dengan salon sekalipun.
Bukan hengan hanya potong rambut 10 menit,  tetapi juga kemampuan para Hair Stylist KAIZEN  yang telah mendapakan pelatihan khusus, serta kelebihan-kelebihan lain yang membuat KAIZEN semakin berkembang dan diminati masyarakat.
Dengan dibekali pengalaman bertahun-tahun,  KAIZEN memiliki potensi besar untuk terus bersaing dan berkembang di masa yang akan datang. Kini, dengan semangat dan komitmen yang tinggi, serta dukungan dari mitra, KAIZEN berhasil tampil sebagai salah satu pelopor usaha License (franchise) di bidang usaha pangkas rambut (haircut) dengan teknik dan layanan terbaik di Indonesia.
Perkembangan bisnis KAIZEN saat ini diarahkan kepada konsep Lisensi (Franchise).  KAIZEN membuka kesempatan LISENSI (Franchise) bagi setiap perorangan yang ingin membuka/mengembangkan bisnis sendiri atau badan usaha (PT, CV,dll).
3. Komponen waralaba
-franchisor ( pemilik bisnis)
– franchisee (pembeli bisnis)
– franchise (sistem)
Komponen sistem waralaba
(1) Merek: Merek menciptakan permintaan yang memungkinkan terwaralaba mendapatkan konsumen awal. Merek mencakup trademark dan service-mark pewaralaba, trade dress dan décor,serta semua faktor tak berwujud yang menciptakan kesetiaan pelanggan dan membangun brand equity.
(2) Sistem operasi: Sistem yang memberikan nilai untuk para terwaralaba dengan mengajarkan mereka bagaimana mendapatkan dan menjaga sebanyak mungkin pelanggan yang mengkonsumsi sebanyak mungkin produk dan jasa.
(3) Dukungan pewaralaba: Dukungan dan latihan terus-menerus yang diberikan pewaralaba kepada para terwaralaba yang dapat menjadi alat dan tips untuk mengembangkan basis pelanggan dan membangun pangsa pasarnya.
Komponen Utama Landasan Waralaba :
·         Lokasi prototype yang telah terbukti.
·         Tim manajemen yang kuat
·         Modal yang memadai.
·         Identitas dagang yang unik dan terlindungi.
·         Metode operasi dan manajemen yang terbukti.
·         Program-program latihan yang komprehensif untuk terwaralaba.
·         Staf pendukung di lapangan.
·         Dokumen-dokumen hukum yang komprehensif.
·         Permintaan pasar yang terlihat.
·         Kriteria standar pemilihan lokasi dan standar arsitektur
·         Pemahaman mengenai persaingan.
·         Hubungan dengan pemasok, pemberi pinjaman, pengembang real estate, dan sumberdaya-sumberdaya terkait.
·         Profil terwaralaba dan sistem penyaringan.
·         Sistem pelaporan dan pemeliharaan catatan yang efektif.
·         Kemampuan penelitian dan pengembangan.
·         Sistem komunikasi. Program-program periklanan, pemasaran, serta hubungan
masyarakat nasional, regional dan lokal.
4. kelemahan waralaba dan terwaralaba sebagai saluran distribusi
Kelemahan bagi Terwaralaba
– Tidak bebas: Terwaralaba dibatasi oleh aturan dalam bentuk SOP maupun isi perjanjian waralaba. Ketika terwaralaba ingin mempraktekkan kreasinya tetap harus mendapatkan persetujuan pewaralaba.
– Monoton: Operasionalisasi bisnis yang dijalankan cenderung monoton karena harus berdasarkan SOP dan aturan yang telah disepakati dalam perjanjian. Kalau tidak ada dalam manual, terwalaba dapat menanyakan solusinya kepada pewaralaba.
– Ketergantungan: Walaupun dalam kepemilikan perusahaan terwaralaba bersifat independen tetapi operasional bisnisnya tergantung kepada pewaralaba dalam banyak hal.
– Bukan untuk wirausaha yang berjiwa bebas: Wirausaha yang ingin melakukan perubahan, kritis, serta memiliki kemampuan dan kreativitas yang tinggi tidak cocok masuk ke dalam sistem waralaba.
– Periklanan dan promosi: Sering terjadi periklanan dan promosi pada media massa di tingkat nasional tidak memberikan dampak kepada terwaralaba di daerah-daerah.
Kelemahan bagi Pewaralaba
– Relatif tidak bebas: Pewaralaba tidak bebas untuk melakukan perubahan dan inovasi karena jika perubahan tersebut mewajibkan terwaralaba mengeluarkan biaya, resistensinya sangat besar.
– Terwaralaba yang rugi: Terwaralaba yang rugi akan cukup menyibukkan dan menyita waktu pewaralaba untuk melayani keluhan dan kritik.
– Masalah hukum: Potensi terjadinya persengketaan hukum dengan terwaralaba selalu terbuka dan bila terjadi pasti akan menyita waktu dan pikiran serta mengganggu konsentrasi kerja.
5. Jenis sistem waralaba
Sistem standar terdiri dari:
– Produk dan jasa yang diwajibkan dan resmi untuk ditawarkan dan dijual.
– Cara yang dapat digunakan terwaralaba untuk menawarkan dan menjual produk dan jasa (termasuk prosedur penyiapan produk, penyimpanan, penanganan, dan pengemasan produk).
– Citra dan penampilan yang diwajibkan dari fasilitas, kendaraan, dan karyawan.
– Pemasok yang ditunjuk dan disetujui serta prosedur dan kriteria pemasok yang disetujui.
– Jenis, model, dan merek aset-aset operasional yang diwajibkan (termasuk perlengkapan, tanda, perabotan, mebel dan kendaraan) serta perbekalan (temasuk bahan-bahan makanan, pengemasan dan sebagainya).
– Penggunaan dan pemajangan trade and service mark.
– Program-program penjualan, pemasaran, periklanan, dan promosi serta materi dan media yang digunakan.
– Syarat-syarat penjualan dan pengiriman item yang diperoleh terwaralaba dari pewaralaba.
– Tingkat dan latihan staf.
– Hari dan jam operasional.
– Partisipasi dalam riset dan uji pasar serta program-program pengembangan produk dan jasa.
– Sistem pembayaran, kasir, dan komputer.
– Kewajiban laporan.
– Kewajiban asuransi.
– Aturan operasional lainnya.
– Kesediaan dan kemampuan pewaralaba melaksanakan standar-standar ini akan menentukan keberhasilan sistem waralaba.
– Standar-standar sistem dikomunikasikan kepada terwaralaba dalam format yang terorganisasi dengan baik dan dapat dipahami.
6. Metode pengendalian kualitas dan standar sistem
·         Manual operasional dan program-program latihan.
Manual operasional dan program-program latihan mengajarkan terwaralaba semua aspek pengoperasian dan pengelolaan bisnis dalam standar pengendalian kualitas yang diciptakan oleh pewaralaba.
Manual operasional harus menetapkan secara jelas dan ringkas tingkat kualitas minimum yang harus dijaga dalam semua aspek bisnis.
·         Rencana rancang bangun dan gambar arsitektur.
Dalam sebagian besar jenis bisnis waralaba, keseragaman penampilan fisik sangatlah penting.
Pewaralaba seringkali menyediakan gambar arsitektur terinci dan rencana rancang bangun sebagai metode untuk melindungi pengendalian kualitas.
Rencana dapat mencakup spesifikasi penggunaan tanda, desain counter,rak pajang, warna cat, sistem pemanasan, ventilasi dan AC,pencahayaan, dekorasi interior atau sifat-sifat bangunan yang khusus.
·         Trade dress.
Trade dress adalah penampilan fisik produk termasuk ukuran, bentuk, warna, desain, dan teksturnya.Pewaralaba memiliki trade dress yang pada dasarnya berbeda dan para konsumen mungkin akan bingung atau mengasosiasikan pewaralaba dengan pesaing yang melanggar trade dress pewaralaba.
·         Bantuan pemilihan lokasi.
Banyak pewaralaba membantu terwaralaba memilih lokasi yang tepat bagi bisnis waralaba mereka dan bahkan membantu dalam negosiasi sewa dan supervisi pembangunan.
Usaha-usaha seperti itu tidak hanya membantu menjamin keberhasilan terwaralaba tetapi juga menyediakan basis tambahan untuk menjaga pengendalian kualitas dari segi persyaratan parkir minimum, pola lalu-lintas, luas minimum/maksimum, demografi pasar lokal, dan pencegahan kejenuhan pasar.
·         Intranet dan teknologi.
Pewaralaba modern juga beralih ke intranet, konferensi video serta teknologi komunikasi dan komputer sebagai cara untuk melaksanakan standar sistem, menyediakan dukungan, dan memonitor pengendalian kualitas.
Pengendalian kualitas dan standar sistem dapat terlaksana dengan mempublikasikan produk, jasa, dan informasi pemasaran yang kemudian dapat diakses dengan mudah dan murah oleh setiap terwaralaba dalam sistem.
·         Program-program periklanan nasional atau seragam.
Program periklanan tersentralisasi (yang dirancang oleh staf pewaralaba sendiri atau biro iklan) akan mengembangkan iklan surat kabar, televisi, dan radio untuk digunakan terwaralaba dalam pasar lokal dan membantu pewaralaba menjaga tingkat kualitas minimum dalam periklanan.
Jika terwaralaba dibiarkan sendirian mengembangkan materi periklanan dan promosi untuk televisi, radio, dan surat kabar lokal, sistem tidak akan mengirim pesan yang seragam tentang produk dan/atau jasa yang ditawarkan oleh jaringan waralaba. Selain itu, pewaralaba tidak akan memiliki pengendalian atas kualitas dan isi materi periklanan yang
digunakan oleh terwaralaba. Terwaralaba mungkin juga tidak mengetahui hukum yang melarang praktek-praktek periklanan dan perdagangan yang curang atau menipu.
·         Program pemasok yang disetujui.
7. Misi Visi bisnis sebagai perusahaan waralaba
(belom nemu)
8. Penerapan program pelatihan bagi terwaralaba
Terwaralaba harus memahami teknik-teknik mempekerjakan karyawan, promosi dan pemutusan hubungan kerja, pembelian, penanganan produk, rasio-rasio manajemen yang penting, pengendalian biaya, rancangan dan konstruksi toko, serta periklanan dan pemasaran.
Materi latihan harus efektif dan para instruktur harus memiliki pengetahuan yang baik dalam bidangnya maupun sebagai instruktur dan pelatih yang berkualitas.
Program latihan harus menggunakan teknologi yang tepat seperti CD-ROM interaktif, video latihan, Electronic Data Interchange (EDI), program-program pesanan dan pengendalian persediaan elektronik, serta memiliki teknik-teknik scoring dan evaluasi dengan ujian akhir untuk menentukan kelayakan membuka outlet.
9. Pemasaran perwaralaba
Elemen perencanaan pemasaran :
·         Ringkasan eksekutif
·         Penilaian kondisi pada saat ini
·         Pembahasan mengenai isu-isu dan peluang saat ini
·         Faktor-faktor internal
·         Tujuan dan strategi pemasaran
·         Pelaksanaan program pemasaran
·         Monitoring rencana dan strategi pemasaran
·         Strategi pemasaran alternatif dan rencana kontingensi
Implementasi
Monitoring dan umpan balik pemasaran
Kesalahan pemasaran:
– Sering diabaikannya karakter dan sifat kandidat terwaralaba oleh pewaralaba yang terlalu fokus pada kekayaan bersih kandidat.
– Gagal dalam memahami bagaimana dan di mana kandidat sasaran akan mengevaluasi peluang-peluang.
-Kurangnya gairah, komitmen, dan excitement terwaralaba untuk berhasil.
– Pewaralaba kurang menghabiskan cukup waktu dengan para pengambil keputusan lain yang mungkin berperan penting dalam proses pengambilan keputusan akhir (pasangan, orang tua, investor, kreditur dan sebagainya).
10. Anggaran perwaralaban
Pewaralaba pada awalnya harus mempersiapkan anggaran untuk biaya pengembangan. Anggaran ini seharusnya dimasukkan ke dalam rencana bisnis.
Biaya awal termasuk pengembangan manual operasi, program-program latihan, materi penjualan dan pemasaran, rekrutmen personil, fee akuntansi dan hukum, riset dan pengembangan, pengujian dan operasi unit prototipe, fee konsultan luar, dan biaya perjalanan untuk pameran dagang dan presentasi penjualan.
– modal variabel
– penempatan privat
Metode yang paling lazim dipilih adalah penjualan sekuritas perusahaan melalui penempatan privat.
Penempatan privat biasanya menawarkan biaya transaksi dan lanjutan yang lebih rendah karena dibebaskan dari banyak syarat-syarat pendaftaran dan pelaporan yang dikenakan oleh hukum.
Penempatan privat biasanya juga menawarkan kemampuan menyusun transaksi yang lebih kompleks dan rahasia karena biasanya pihak yang ditawarkan terdiri dari  sejumlah kecil investor yang piawai.
– modal ventura
Pewaralaba seharusnya juga mempertimbangkan modal ventura sebagai sumber pembiayaan ekuitas ketika memerlukan modal tambahan tetapi kekurangan jaminan atau kemampuan untuk memenuhi syarat pembiayaan hutang tradisional dari bank komersial.

Pemodal ventura profesional biasanya adalah profesional keuangan yang sangat terlatih yang mengelola sekumpulan dana ventura untuk investasi pada perusahaan-perusahaan yang sedang tumbuh atas nama sekelompok investor pasif.
author
Author: 

    Leave a reply "Perwaralabaan dan Perlisensian UTS"